Kamis, 20 Januari 2011

Ringkasan Materi Penasehatan Calon Pengantin

Pernikahan  / Perkawinan :
     Ikatan lahir batin  antara seorang pria  dan wanita  sebagai suami-istri dengan tujuan  membentuk  keluarga  / rumah tangga  bahagia berdasar Ketuhanan Yang Maha  Esa, yang berarti seorang suami-istri yang telah menikah , maka akan terikat oleh hak dan kewajiban .


     Akad  Nikah :
Ibadah dan lembaga kesucian  antara kedua  jenis manusia  berdasar perintah Allah SWT dan  sunnah  RasulNYA.serta membentuk keluarga bahagia berlandaskan agama.
Menggapai  keluarga Sakinah mawaddah wa Rahmah :
Untuk membina keluarga yang bahagia, maka suami-istri harus menjunjung tinggi hak dan kewajiban masing-masing yang dilandasi rasa cinta, kasih, saling pengertian, harus di dasari niat suci, persetujuan ke dua orang tua masing-masing, serta mewujudkan kehidupan yang islami dan membentuk keluarga yang sakinah, mawaddah wa rahmah serta mengharap ridho dari Allah SWT. 
Sakinah, Mawaddah wa Rahmah :
Keluarga yang dibina atas perkawinan yang sah, mampu memenuhi kebutuhan rohani, jasmani, materi maupun spiritual  secara layak dan seimbang di liputi  rasa kasih sayang antara anggota keluarga dan lingkungan sekitar. Selaras dan serasi dan mampu mengamalkan, menghayati dan memperdalam nilai-nilai keimanan, ketakwaan dan akhlak mulia.
Kewajiban khusus suami kepada istri antar lain :
1.       Menjadi suami yang  baik, dapat membimbing dan dapat menjadi pemimpin dalam keluarga lahir dan batin
2.       Memberi nafkah sesuai kemampuannya.
3.       Hormat dan sopan, apalagi dikala istri mengalami suatu kesulitan
4.       Membantu istri dalam mengerjakan tugas hariannya utama lagi memelihara dan mendidik anak
5.       Sabar dan menerima kekurangan istri dan berusaha  menambah serta memperbaiki dan  mempertinggi kecerdasannya
6.       Memberi kebebasan berfikir, bertindak sesuai ajaran agama. Tidak mempersulit da menyiksa pikiran apalagi mendorong untuk berbuat salah.
7.       Saling pengertian, disiplin dan berwibawa berdasarkan kasih sayang dan cinta kasih.
8.       Berusaha menciptakan suasana damai demi kesejahteraan dan kebahagiaan hidup dunia dan akhirat.
9.       Hormat dan sopan terhadap keluarga sang istri.
10.   Dapat mengatasi keadaan dengan penuh sabar, jujur serta dapat menyenangkan istri dengan cara halal.
Kewajiban  khusus  istri kepada  suami :
1.       Membantu suami dalam memimpin keluarga  untuk mencapai kesejahteraan, keselamatan Rumah Tangga.
2.       Hormat dan patuh kepada suami dalam batasan tidak menyimpang dari ajaran agama.
3.       Menyenangkan dan berbakti  pada suami dangan ikhlas, selalu bermuka manis, jernih.
4.       Menerima dan menghormati pemberian suami walau sedikit secara hemat, cermat dan bijaksana.
5.       Tidak mempersulit dan memberatkan suami. Akan tetapi turut berusaha meringankan dan menenangkan  keadaan, jika terlihat tanda-tanda suami dalam keadaan susah.
6.       Turut bergembira dengan kegembiraan suami, bersikap  ridho dan syukur, menjadi istri yang tahu akan kemauan  suami dan dapat memberi sebelum diminta.
7.       Memelihara diri serta menjaga kehormatan  diri, suami, keluarga baik di hadapan maupun di belakang suami.
8.       Memupuk rasa kasih sayang dan tidak bertingkah laku yang dapat mendorong suami berbuat salah.
9.       Memelihara dan mendidik anak-anak sebagai amanah dari ALLAH SWT yang tak ternilai.
10.   Mengatur dan mengurus serta menjadikan rumah tangga  yang sakinah, mawaddah wa rahmah dan bahagia baik di dunia maupun akhirat.
Hak Bersama :
1.       Mempunyai hak yang seimbang dalam kehidupan berumah tangga dan pergaulan hidup bermasyarakat.
2.       Masing-masing dapat melakuan perbuatan hukum.
3.       Halalnya hubungan suami-istri
4.       Menjalankan kekuasaan terhadap anak yang belum berumur 18 th atau belum nikah.
5.       Jika suami maupun istri lalai atas kewajibannya, masing-masing dapat melakukan gugatan ke Pengadilan Agama.
6.       Harta benda yang diperoleh selama  pernikahan menjadi harta bersama.
7.       Bila cukup alasan dan bukti hukum, bahwa mereka tak dapat lagi hidup rukun bersama, maka suami dapat mengajuan permohonan  TALAK , sedangkan istri mengajuan GUGUTAN TALAK pada  Pengadilan Agama setempat.
8.       Suami adalah kepala keluarga dalam suatu rumah tangga.
9.       Memperoleh pelayanan yang baik dari istri.
10.   Istri adalah Ibu Rumah Tangga.
11.   Memperoleh keperluan  hidup berrumah tangga sesuai dengan kemampuan suami.
12.   Memperoleh perlindungan yang baik dari suami.
Pedoman  Menuju  Keluarga  Bahagia dan Sejahtera :
1.       Menjalankan Perintah  Allah SWT dan meninggalkan laranganNYA, mengikuti Sunnah Rasulullah SAW.
2.       Mengningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT.
3.       Rumah Tanggaku adalah surgaku
4.       Surga berada di bawah telapak kaki ibu
5.       Bekerja dengan ikhlas untuk keperluan keluarga agar mendapat ridho dari ALLAH SWT , serta mengharap pahala yang berlipat ganda.
6.       Bersih itu sebagian dari iman.
7.       Mencari yang halal  adalah ibadah.
8.       Dengan ASI , bayi terawat dan ibu menjadi sehat.
9.       Dengan Imunisasi TT, otomatis sang ibu talah menyelawatkan bayi yang tercintanya.
10.   Keluarga kecil bahagia dunia dan akhirat.
11.   Terangi rumahmu dengan bacaan ayat –ayat Qur’an
12.   Jadikan rumahmu sebagai tempat kegiatan beramal sholeh seperti: sholat, mengaji  dll.




Faktor perceraian
adalah


1.Poligami tidak sehat
2. Kawin dibawah umur  / kawin paksa
3. Dihukum
4. Gangguan pihak ketiga
5. Krisis akhlak
6. Ekonomi
7. Menyakiti Jasmani
8. Cacat Biologis
9. Tidak ada keharmonisan
10. Cemburu
11. Tidak ada tanggungjawab
12. Menyakiti mental
13. Alasan politis
14. Perdukunan
15. Gangguan jin
16. Kekerasan dalam RT
17. Melalaikan kewajiban beragama.
Do'a Kepada Pengantin

بَارَكَ اللهُ لَكَ وَبَارَكَ عَلَيْكَ وَجَمَعَ بَيْنَكُمَا فِيْ خَيْرٍ.
“Semoga Allah memberi berkah kepadamu dan atasmu serta mengum-pulkan kamu berdua (pengantin laki-laki dan perempuan) dalam kebaikan.”
(HR. Penyusun-penyusun kitab Sunan, kecuali An-Nasai dan lihat Shahih At-Tirmidzi 1/316)
 
Doa Pengantin Kepada Dirinya
Apabila seseorang di antara kamu menikah dengan seorang perempuan, hendaklah mengucapkan:
اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَسْأَلُكَ خَيْرَهَا وَخَيْرَ مَا جَبَلْتَهَا عَلَيْهِ، وَأَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّهَا وَشَرِّ مَا جَبَلْتَهَا عَلَيْهِ.
Ya Allah! Sesungguhnya aku mohon ke-padaMu kebaikan perempuan atau pem-bantu ini dan apa yang telah Engkau ciptakan dalam wataknya. Dan aku mohon perlindungan kepadaMu dari kejelekan perempuan atau pembantu ini dan apa yang telah Engkau ciptakan dalam wataknya.
(HR. Abu Dawud 2/248, Ibnu Majah 1/617 dan lihatlah Shahih Ibnu Majah 1/324 ). 
Doa Sebelum Bersetubuh

بِسْمِ اللهِ اَللَّهُمَّ جَنِّبْنَا الشَّيْطَانَ وَجَنِّبِ الشَّيْطَانَ مَا رَزَقْتَنَا.
“Dengan Nama Allah, Ya Allah! Jauhkan kami dari setan, dan jauhkan setan untuk mengganggu apa yang Engkau rezekikan kepada kami.” ( HR. Al-Bukhari 6/141, Muslim 2/1028.)
Dari berbagai sumber khususnya : KUA  Kec. Luhak Nan Duo  Kab. Pasaman  Barat

Tidak ada komentar: